Postingan

Menampilkan postingan dengan label refleksi

Dalam Senang dan Susah

Gambar
Ketika senang War Remnant Museum Ho Chi Minh City, Vietnam Bersyukur, bersukacitalah dan rendah hati saja Ketika susah Bersyukur, menangislah dan berserah saja Bersyukurlah.. Dalam senang dan dalam susah

Sampai Kekal

Gambar
Tangis dan tawa bergantian hadir dalam hidup Tidak ada yang tinggal tetap Itulah kesementaraan di dunia yang fana Kecuali satu hal, yaitu kasih Tuhan Yang selalu hadir dan tinggal tetap Di setiap situasi hidupmu Tak hanya dalam senang Saat susah pun kasihNya tinggal serta Seperti hari kemarin Dia ada bersamamu hari ini Esok pun Dia tetap ada Dia iring serta sampai kekal

Catatan Tertinggal 2021

Sejatinya... Sejatinya pandemik global ini dapat menghancurkan harapan kita pada dunia, pada manusia, bahkan pada diri sendiri Sejatinya pandemik global ini mengajarkan kita untuk menghadap Sang Khalik, memohon belas kasih-Nya Semakin jauh melintasi usia Semakin banyak yang dimengerti Semakin banyak tanya yang terjawab Sekali pun banyak pula yang tak terjawab Tak apa, tidak perlu memaksa diri untuk mengerti Percaya saja bila tiba waktunya semua kan benderang

Catatan Tertinggal 2021

3221 Dan kamu masih melangkah Selangkah lalu selangkah lagi Karena hari masih ada Jalan ini masih tersedia Distraksi dimana-mana Seringkali kamu terkecoh lalu jatuh Tapi Dia selalu topang Dan iring langkahmu hingga tiba di tujuan Virus jahat bernama korona masih memenuhi jagat raya saat ini,  Februari 2021, bahkan semakin menyatakan kehadirannya.  Kematian sewaktu-waktu bisa datang, tidak ada yang terluput Siapa pun bisa pergi atau tetap tinggal Allah Maha Berdaulat, tak seorang pun berhak mempertanyakan keputusan-Nya. Di atas semuanya itu, hidup oleh kasih anugerah Kristus pun fakta dan nyata. Apa yang kamu takutkan? Mati bukanlah hukuman bagi jiwa yang sudah didamaikan dengan Allah. Sebaliknya kematian adalah penanda bahwa garis akhir sudah tercapai. Jika kamu mati,  mahkota tersedia bagi hamba yang setia. Dan jika kamu hidup, maka kesempatan masih tersedia untuk berkarya di dunia yang sangat membutuhkan kasih-Nya. Hidupi hari ini dan bekerjalah bagi Tuhan, apa pun peke...

Catatan Tertinggal 2020

Gambar
Pada suatu hari di dunia ditahun 2020, tiba-tiba sesuatu yang disebut  korronna datang menghantam dunia. Dunia tersentak dan mendadak lumpuh tak berdaya untuk memberi perlawanan.  Manusia terkejut, pemerintah bangsa-bangsa menjadi kelu. Tidak ada yang dapat bertahan, mulai dari pangeran di istana sampai penjaja sayur di pasar, pria, wanita, muda, tua. K orronna menembus strata sosial kehidupan manusia dan melintasi batas wilayah di lima benua, siapa dapat melawan? Kengerian terjadi dimana-mana, orang-orang pintar berusaha mengeluarkan teori dan strategi namun mereka semua terbata-bata. Tidak ada yang siap, tidak ada yang berpengalaman. Ada yang mengatakan bumi sedang direset, dunia sementara diistirahatkan. Sebagian lagi menyamakan situasi ini seperti perang, yaitu perang melawan virus. Sebagian lagi berteori tentang adanya konspirasi untuk menguasai dunia. Bagaimana pun Tuhan Sang Maha berdaulat,  mengijinkan situasi ini terjadi bagi dunia dan semua yang ada di dalamnya....
Renungan tentang kitab Ayub: (Refleksi tahun 2012) Ayub tidak mampu memahami situasi yang ia alami,tidak tahu skenario yang tengah terjadi "diatas sana", yang ia rasakan hanya kesesakan dan kepahitan. ia marah tapi tidak mengutuk Tuhan, putus asa tapi tidak melawan Tuhan, pedih tapi tidak menuduh Tuhan. Dalam kesesakan dan kepahitannya Ayub tidak berbuat berbuat dosa (1:22). Ayub gigih di hadapan Tuhan mempertanyakan keadaannya, menunjukkan keberserahannya kepada Tuhan, menandakan bahwa hanya Tuhan yang punya jawaban yang sempurna atas pertanyaan-pertanyaannya, dan hanya Tuhan yang sanggup menolongnya. Pada sisi Ayub, ini semakin menunjukkan kebaikan karakternya (1:1). Kegigihan Ayub yang terus bertahan di hadapan Tuhan berujung kepada satu pemahaman baru tentang Tuhan, membawanya kepada dimensi iman yang berbeda, sering disebut dengan istilah yang klise tapi tepat: "naik kelas" (42:5). Tuhan mengizinkan Ayub mengalami penderitaan karena IA sanga...

Refleksi -11-

What a year...! Jujur saja setiap akhir tahun saya selalu gamang untuk memasuki tahun berikutnya Tidak tahu apa saja yang sudah tersedia pada tahun yang baru ini Tapi saya wajib memaksa diri (in a positive way...), berusaha dan serta mendorong diri sendiri untuk percaya pada pemeliharaan TUHAN Terbukti pada sepanjang tahun 2011... Banyak peristiwa tak terduga terjadi sepanjang tahun lalu Peristiwa yang mengejutkan dan sepertinya saya tidak siap untuk menghadapinya Tapi tidak ada jalan lain selain terus melangkah untuk meliwati semuanya Ternyata tidak sulit amat, karena selalu ada dukungan, selalu ada topangan Tuhan tidak membiarkan saya sendiri Ada terlalu banyak cara yang dipakaiNya untuk menunjukkan bahwa pemeliharaanNya nyata Sungguh benar perkataanNya... Bahwa IA tidak mengijinkan pencobaan melebihi kekuatan saya Pada saat saya dicobai, IA memberikan jalan keluar untuk saya dapat menanggungnya Untuk itu saya mau bilang... terima kasih, terima kasih...

Refleksi -10-

Bila kita merenungkan kembali kegagalan yang terjadi di hari-hari lalu Perkara yang membawa kita kepada tujuan yang tidak direncanakan Dan berujung kepada situasi yang tidak diharapkan Lalu mencoba untuk mengevaluasi semuanya Dimanak letak kesalahannya...? Kita percaya Tuhan tidak pernah memberi kegagalan Atau pun sejak awal Ia membiarkan kita tersesat jalan Mesti ada satu saat dimana Tuhan sudah memperingatkan Pasti ada satu momen dimana Tuhan memberikan tanda Namun entah mengapa kita mengabaikannya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Entah kita tidak peka, entah kita tidak cerdas secara rohani atau kita degil... Entahlah apa yang ada di hati kita pada momen-momen itu Sehingga semua berujung pada kegagalan Yang menyakitkan dan memalukan. Lalu tiba pada saat ini Alih melakukan periksa diri, kita lebih menyukai cara yang mudah dan biasa dilakukan Menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan.. Aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh........................

Lilin kecil dan kurus

Suatu malam, mendadak listrik padam di rumah saya, sepertinya pemadaman ini terjadi secara merata di wilayah tempat tinggal saya. Gelapnya terasa sangat pekat, melihat hidung sendiri pun tidak bisa.. Dalam gelap saya berusaha mencari lilin dan korek api, cari punya cari, saya hanya menemukan sebuah lilin kecil yang biasa digunakan untuk kue ulang tahun. Apa boleh buat, lilin kecil itu pun digunakan.. Ketika lilin dinyalakan, ruangan dalam rumah pun mendapat penerangan yang cukup dan sangat menolong saya untuk mencari senter atau bahkan lilin yang lebih besar. Ketika itulah saya menyadari bahwa sekecil apapun cahaya, ia mampu memberikan sinar yang signifikan untuk mengalahkan gelap.. dan saya baru memperhatikan bahwa sifat cahaya itu mendorong dengan sangat cepat untuk memberikan terangnya.. cahaya sekecil apa pun mampu melakukan aksi penetrasi melawan gelap dan memberikan terang.. Sebuah lilin yang kecil dan kurus mampu memberikan terangnya dan menuntun kaki saya dan seisi rumah ...

Berani mati atau berani hidup?

Gambar
Suatu kali saya membaca sebuah pertanyaan yang mengetuk hati ketika sedang membaca renungan harian, kira-kira seperti ini: manakah yang lebih berani, berani mati atau berani hidup dengan menghadapi apa saja yang datang menghampiri kita? Selama ini saya selalu berpikir bahwa orang yang berani mati mempunyai tingkat keberanian yang tinggi namun sekarang konsep berpikir saya telah berubah. Ternyata berani hidup itu lebih juara! hidup penuh tantangan dan penuh kejutan ! Kita tidak pernah tau apa yang akan datang menghampiri kita hari esok... life's full of surprises.. Namun berani hidup saja tidak cukup, keberanian itu harus ada bobotnya yaitu percaya kepada Dia yang memberi hidup. Jika keberanian itu datang oleh karena percaya kepada Tuhan, maka tantangan dan kejutan apapun yang datang tidak lagi menakutkan karena percaya pada Tuhan bahwa semua itu mempunyai arti dan mendatangkan kebaikan.