Ungu, adalah sebuah warna yang konon melambangkan keagungan, kedamaian, keindahan, kekuatan, kepintaran, misteri, dan seterusnya.
Ungu, bagi sebagian orang hanyalah sebuah warna.
Ungu, bagi saya, mewakili kegelisahan atas suka dan duka, cinta dan cita yang menggelitik di hati.
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
manusia bisa sangat mengewakan siapa pun dia sekali pun ia mengaku seorang hambaNYA selama ia masih berwujud manusia yang lemah dan terbatas oleh karena kefanaan..
oleh karena itu jangan mengandalkan manusia tapi andalkan TUHAN saja..
Bunga Bondar adalah nama sebuah desa kecil di Tapanuli Selatan, kira-kira lima belas menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari kota Sipirok. Entah mengapa desa ini dinamai Bunga Bondar yang dalam bahasa Tapanuli Angkola berarti “bunga di parit”. Menarik, karena ada bunga yang berkonotasi indah, di parit yang berkonotasi kotor, entah cerita apa yang melatar belakangi nama ini. Mayoritas penduduk kampung ini bermarga Siregar, jika seseorang mengaku bermarga Siregar dari wilayah Sipirok, maka kemungkinan besar ia berasal dari Bunga Bondar. Kampung Bunga Bondar terletak di penggunungan maka tidak heran bila udaranya sanggup membuat gigi kita bergetar dengan sendirinya. Sampai jam 7 pagi masih terlihat kabut menggelayuti rumah penduduk. Pada malam hari udara dinginnya sanggup menusuk tulang, membuat orang lebih senang berada di dalam rumah, di dapur menghangatkan tubuh di depan tungku. Para bapak mungkin lebih memilih berada di kedai berselimut sarung sambil kongkow dan berdeb...
Pada suatu hari di dunia ditahun 2020, tiba-tiba sesuatu yang disebut korronna datang menghantam dunia. Dunia tersentak dan mendadak lumpuh tak berdaya untuk memberi perlawanan. Manusia terkejut, pemerintah bangsa-bangsa menjadi kelu. Tidak ada yang dapat bertahan, mulai dari pangeran di istana sampai penjaja sayur di pasar, pria, wanita, muda, tua. K orronna menembus strata sosial kehidupan manusia dan melintasi batas wilayah di lima benua, siapa dapat melawan? Kengerian terjadi dimana-mana, orang-orang pintar berusaha mengeluarkan teori dan strategi namun mereka semua terbata-bata. Tidak ada yang siap, tidak ada yang berpengalaman. Ada yang mengatakan bumi sedang direset, dunia sementara diistirahatkan. Sebagian lagi menyamakan situasi ini seperti perang, yaitu perang melawan virus. Sebagian lagi berteori tentang adanya konspirasi untuk menguasai dunia. Bagaimana pun Tuhan Sang Maha berdaulat, mengijinkan situasi ini terjadi bagi dunia dan semua yang ada di dalamnya....
Satu masa berlalu Satu kumpulan momen pergi, b erjuta kesempatan hilang Waktu berjalan membatasi hidup manusia di dunia fana Demikian semesta mengaturnya Ada awal yang sudah dimulai, menuju akhir yang menunggu Satu masa menghampar di hadapan Beribu momen dan berjuta kesempatan tersedia Hari kemarin tidak kembali Namun dapat di pelajari Untuk esok lebih baik
Komentar